
DM – Cuaca buruk di wilayah Provinsi Kepulauan Riau membuat kapal penumpang rute Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, tujuan anambas gagal berlayar.
Kasi Keselamatan Berlayar, Penjaga dan Patroli (KBPP) Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjungpinang, Topan Wisnu mengatakan bahwa kapal yang todak tidak beroperasi, ialah kapal Seven Star.
Kapal tersebut tidak berlayar, lantaran terjadi gelombang tinggi di perairan Kabupaten Kepulauan Anambas.
“Pada 23 Feberuari kemarin agen Kapal Seven Star menginformasikan bahwa hari ini mereka tidak jalan karena cuaca dan gelombang tinggi,” ujar Topan, Selasa (25/2/2023).
Dia menerangkan, penundaan keberangkatan menuju Anambas tersebut baru dilakukan satu hari, karena ketinggian gelombang dinilai tidak aman untuk aktivitas pelayaran yaitu 4 sampai 6 meter.
“Baru hari ini tidak jalan, semoga cuaca dan ketinggian gelombang segera membaik dan kapal ke Anambas kembali beroperasi,” ungkapnya.
Kata Topan, ketinggian gelombang di atas maksimal tersebut tidak hanya menghambat keberangkatan kapal reguler. Namun, kapal besar seperti Sabuk Nusantar juga tidak diperbolehkan untuk berlayar.
Saat ini kapal yang berangkat ke Anambas cuma dua kapal yaitu KM VOC Batavia dan Seven Star, sedangkan KM Putri Anggraeni sudah lama tidak beroperasi ke Anambas.
KSOP Tanjungpinang, juga selalu menginformasikan kepada para operator kapal agar selalu memperharikan kondisi cuaca saat akan berlayar, jangan memaksakan jika kondisi tidak memungkinkan.
“Operator kapal harus memperhatikan cuaca 6 jam sebelum kapal berlayar,” tukasnya.
Penulis: Mael
Editor: Redaksi


















Discussion about this post