
DM, Blitar – Revitalisasi Pasar Hewan Terpadu Dimoro, Kota Blitar telah selesai pembangunannya. Ditandai dengan tasyakuran digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar bersama pedagang, Selasa (19/12/2023).
Walikota Blitar Santoso meresmikan secara langsung Pasar Hewan Terpadu Pasar Dimoro ini dengan melakukan penandatanganan prasasti. Pada saat itu disaksikan segenap anggota Komisi II DPRD Kota Blitar dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Alhamdulillah telah selesai maka itu kita tasyakuran sekaligus sebagai awal untuk bisa ditempatinya berbagai kios-kios. Karena selain peresmian pembangunan pasar sapi, di Pasar Hewan Terpadu Dimoro menjadi relokasi pedagang Pasar Loak dan Pedagang Jalan Mastrip yang di bangun pada tahun anggaran 2023,” kata Walikota Santoso.
Santoso mengungkapkan, Pembangunan Pasar Hewan Terpadu Dimoro ini menjadi salah satu dari 10 proyek strategis Pemkot Blitar di Tahun 2023. Dengan dibangunnya pasar ini diharapkan Kota Blitar menjadi kota sentra perdagangan yang menjadi visi utama yang digagasnya.
“Semoga kawasan Pasar Hewan Dimoro menjadi pasar yang betul-betul menjadi sentranya jual beli hewan. Dan pedagang yang menempati bisa betul-betul memanfaatkan fasilitas, dan diberikan rezeki dan kelancaran dalam beraktivitas,” harap walikota yang dikenal peduli wong cilik tersebut.
Ketua DPRD Kota Blitar, dr Syahrul Alim mengapresiasi pembangunan pasar yang dilakukan Pemkot Blitar. Dimana selain pembangunan tempat berjualan sapi, di pasar ini juga dibangun kios-kios untuk relokasi pedagang loak di Pasar Templek dan pedagang Jalan Mastrip.
“Pasar Terpadu Dimoro ini daya tampungnya meningkat dari gantangan sapi yang dulu 500, kini jadi bisa menampung 750 sapi, lalu juga menampung pedagang loak dan mastrip yang jualan helm-helm dulu. Harapan kami semakin meningkat kuantitas dan kualitasnya supaya perekonomian khususnya Blitar Raya dan sekitarnya juga meningkat,” ujar dr Syahrul Alim.
dr Syahrul pun mendukung pembangunan lebih lanjut agar Pasar Hewan Terpadu Dimoro ini bisa menjadi pasar berwajah modern. Sebab menurutnya, Pasar Dimoro sudah menjadi ikon tempat pasar hewan terbesar di Jawa Timur, sehingga layak untuk dikembangkan.
“Bisa dikata Pasar Dimoro ini menjadi pasar hewan terbesar di Jawa Timur, karena banyak pedagang dari luar daerah menyukai bertransaksi hewan ternak seperti sapi kambing di pasar ini. Maka menjadi tugas pemerintah untuk menyediakan tempat yang bagus, nyaman, melayani pedagang-pedagang dengan yang terbaik,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar, Hakim Sisworo menjelaskan dalam revitalisasi ini dilakukan peningkatan kapasitas pedagang dan perbaikan infrastruktur. Seperti tempat memajang sapi, alasnya diplester semen sudah tidak lagi beralaskan tanah seperti sebelumnya.
“Kalau dulu kan pasar sapi becek ya kalau hujan, sekarang sudah tidak lagi setelah dibangun. Insyallah bisa menampung sekitar 750 an sapi,” ujar Hakim Sisworo.
Kedepan, Hakim memastikan Disperindag melakukan pembangunan lanjutan untuk memperbaiki atau menambah fasilitas yang kurang dari revitalisasi ini. Dia mengakui masih ada kekurangan dari revitalisasi ini seperti belum dianggarkannya atap agar tempat berjualan sapi dan hewan ternak.
“Ya, seperti saat ini pedagang inisiatif sendiri secara swadaya pasang paranet supaya agak teduh, karena memang belum ada atapnya. Kita bertahap, dan kita terus upayakan seperti saat ini kita tanami pohon-pohon supaya bisa lebih teduh,” pungkasnya.
Penulis: Dani Elang Sakti
Editor: Tiara

















Discussion about this post